AUTENTIK: Merayakan Kritik Menyoal Cantik
Penulis : Muhammad Bimo Wijoyo, Adi Swandana E. P., Iskandar Dzulkarnain, & Puteri Rahmah Safira
Editor : Adi Swandana E. P.
Layout : Muhammad Bimo Wijoyo
Sampul : Ahadan Atmadikoro Wicaksana
Ukuran : 14,8 x 21 cm
Isi : vii+103hlm (Book paper)
ISBN :Proses
Pemesanan : 0813-1425-6167
Link : https://bit.ly/inoffaststore
Info : 0813-1425-6167
Sinopsis
Buku ini merupakan jejak pemikiran, rekaman kegelisahan, serta keberanian dalam membaca dirinya, perempuan, masyarakat, dan berbagai perubahan sosial yang terus bergerak. Persoalan perempuan kemudian berkembang ke dalam pembahasan yang lebih luas melalui tulisan “Fenomena Mahasiswi Berhijrah: Ikhtiar Muslimah dalam Kultur Kampus Modern”, “Suara Perempuan dalam Bayang-bayang Bias Gender Media Digital”, “Teriakan Perempuan dalam Belenggu Patriarki”, dan “Kebangkitan Suara Immawati: Melawan Diam”. Tulisan-tulisan tersebut memperlihatkan bahwa perempuan bukan sekadar objek pembicaraan, melainkan subjek yang memiliki pengalaman, suara, kecemasan, cita-cita, dan hak untuk menentukan narasi tentang dirinya sendiri. Bagian yang tidak kalah menarik dalam buku ini adalah refleksi mengenai tubuh, kecantikan, identitas, dan konstruksi sosial terhadap perempuan. “Membongkar Tirani Cantik: Kritik atas Standar Kecantikan di Era Sekarang”, “Tren Jilbab Akhir Zaman: Ketika Gaya Menggeser Makna Syariat”, serta “Dekonstruksi Cantik, Rekonstruksi Perempuan: Strategi Immawati Meneguhkan Identitas Islam Berkemajuan” menjadi penanda penting bahwa persoalan kecantikan tidak pernah sesederhana persoalan penampilan.
Kecantikan sering kali dikonstruksikan oleh pasar, media, budaya populer, bahkan oleh cara pandang sosial yang menempatkan perempuan dalam standar tertentu. Dalam situasi seperti ini, judul Autentik Merayakan Cantik menemukan relevansinya. Cantik tidak seharusnya menjadi penjara. Cantik tidak boleh hanya ditentukan oleh ukuran tubuh, warna kulit, bentuk wajah, gaya berpakaian, atau standar yang terus berubah mengikuti kepentingan industri dan media. Merayakan cantik secara autentik berarti memberikan ruang kepada setiap manusia, khususnya perempuan, untuk mengenali dirinya secara utuh: dengan kecerdasannya, keberaniannya, spiritualitasnya, gagasannya, perjuangannya, serta kemampuannya untuk memberi manfaat bagi kehidupan.
Buku ini juga menunjukkan bahwa keresahan adalah sesuatu yang patut dirawat. Dalam dunia yang sering kali menuntut anak muda untuk segera sukses, cepat terkenal, dan mengikuti arus, kegelisahan justru dapat menjadi titik awal lahirnya kesadaran. Keresahan membuat kita bertanya. Pertanyaan melahirkan pencarian. Pencarian melahirkan pengetahuan. Dan pengetahuan, ketika dipertemukan dengan keberanian serta tanggung jawab moral, dapat menjadi energi perubahan.
