LAUT YANG TERBELAH: Rekonstruksi Kewenangan Maritim dalam Bingkai Desentralisasi dan Kedaulayan Nasional
Penulis : Muhlis Hafel, Imam Syafi'i, Mudayat, Ikhsan, dam Ketut Budiastra
Layout : Imam Syafi'i
Sampul : Imam Syafi'i
Ukuran : 14,8 x 21 cm
Isi : xii+126hlm (Book paper)
E-ISBN : Proses
Pemesanan : Google Play Book
Link : https://bit.ly/inoffaststore
Info : 0813-1425-6167
Sinopsis
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau yang terikat oleh laut, bukan dipisahkan olehnya. Namun paradoks besar masih membayangi tata kelola kelautan nasional: di satu sisi negara menganut asas negara kesatuan dengan kedaulatan tunggal atas wilayah lautnya, di sisi lain kebijakan desentralisasi memberi kewenangan luas kepada daerah untuk mengelola ruang laut di wilayahnya masing-masing. Buku ini lahir dari keresahan akademik sekaligus praktis atas fragmentasi kewenangan tersebut, dan berupaya merumuskan jalan tengah antara semangat otonomi daerah dan kebutuhan akan satu kedaulatan maritim yang utuh.
Buku ini disusun dalam sembilan bab yang saling berkaitan, dimulai dari pemetaan paradoks kelautan Indonesia, landasan konstitusional dan filosofis, arsitektur regulasi, evaluasi implementasi, strategi maritim nasional, dimensi ekonomi dan sumber daya, keamanan dan kedaulatan, perbandingan dengan negara lain, hingga rekomendasi kebijakan ke depan.
