Sore 7, Tujuh Bidadari
Penulis : Sam Sulut
Sampul : Zayn Fatih
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Isi : xviii+ 86hlm (Book paper)
ISBN : Proses
Pemesanan : Online-Whatsaap
Link : https://bit.ly/inoffaststore
Info Pembelian : 0813-1425-6167
Sinopsis
Buku Puisi berjudul “Sore 7, Tujuh Bidadari” ini, terdiri dari 61 (enam puluh satu) puisi yang judulnya diawali dengan Sore-sore 0 sampai dengan Sore-sore 60, yang merupakan penanda waktu senjakala, candikala, merah-jingga, kemudian – hitam – . Pada puisi “Sore-sore 7, Sore Bidadari” merupakan hadiah perkawinan untuk Sang Anak Wedok, sebagai wejangan dan nasihat – sebelum akad nikah – dalam perjalanan bahtera baru di lautan kehidupan yang tidak pernah tahu cuacanya, tetapi, pasti, lautan itu, indah, di antara kepak sayap burung camar sambil mencium harum samudra.
Bagi Sam Sulut, memahami kehidupan bukan berarti sekadar mempelajari bahasa natural yang bersifat langsung. Dalam kaitan ini, puisi-puisi yang dihimpun dalam antologi memberikan banyak contoh. Kita perlu juga memperhatikan bahasa metaforik dan metonimik sebagai esensi bahasa puisi. Artinya, kita memerlukan pemahaman mendalam tentang proses yang terlibat dalam memahami kebenaran dan, dalam arti yang lebih luas, memahami kehidupan itu sendiri (Apresiasi dan Komentar dari Prof. Dr. Drs. Suminto A. Sayuti adalah Guru Besar Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta). Bagi pembaca, pemerhati dan kalangan umum, buku ini akan menambah “rasa” yang berbeda dalam menyelami – lautan sastra – dengan tambah nikmat dicampur kritik sosial dalam kejadian nyata pada diri manusia, humanity.
